Sally Andrews, NAILA 2016 Wild Card Awardee, wrote a song in honour of Kartini. Check it out!

Indonesian version:

Saya telah ketertarikan di Indonesia sejak saya mulai belajar bahasa Indonesia pada tahun pertama Hukum / Hubungan Internasional di Universitas Sydney. Saya juga cinta teater musik. Ketika saya mendengar tentang kompetisi NAILA pada tahun 2016 dan membaca tentang kategori Wild Card, tampaknya ditakdirkan untuk saya menggabungkan kegemaran kembar saya. Baru-baru ini saya menjadi terobsesi dengan musikal Broadway ‘Hamilton’ oleh Lin-Manuel Miranda. Saya menyukai bagaimana dia menceritakan kisah Alexander Hamilton dengan cara yang segar dan kontemporer. Jadi saya meminjam lagu pembuka dari musikal itu, dan menulis versi baru tentang Sukarno dan perannya dalam proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945. Lirik saya bersamaan lirik aslinya, karena saya melihat bahwa ada sedikit kesamaan antara kehidupan Alexander Hamilton dan Bung Karno. Saya menyanyi tentang kelahirannya, masa kecilnya, studinya dengan Tjokroaminoto, sampai kejadian 1945. Saya mencoba membayangkan bagaimana rasanya tinggal di tanah air yang terjajah, dan melihat orang Belanda mengeksploitasi tenaga kerja, rempah-rempah, dan sumber daya alamnya di kepulauan. Lagu ini memenangkan kategori Wild Card, dan saya berkesempatan untuk menyanyi lagu saya ‘Presiden Sukarno’ di Upacara Penghargaan NAILA di depan Duta Besar Yang Terhormat Nadjib Riphat Kesoema, istrinya Nyonya Nino Nadjib Riphat, dan Konsul Jenderal Ibu Dewi Savitri Wahab.

Video itu cukup populer di YouTube, sehingga pada bulan April saya memutuskan untuk membuat video lain untuk menghormati Kartini. Saya menciptakan video untuk rilis pada Hari Kartini pada tanggal 21 April. Kali ini saya meminjam lagu dari Iggy Azalea dan ‘Trouble’ Jennifer Hudson, dan rapnya jauh lebih cepat. Rap ini sulit menulis, dan lebih sulit lagi untuk menyanyi, tapi cara bagus berbagi cerita tentang pahlawati ini. Saya mengagumi cara Kartini menanggulangi kesulitan dalam hidupnya, bagaimana dia mencoba memperbaiki pendidikannya dan membantu orang lain bahkan kapan ayahnya melarang dia melanjutkan pendidikan formal selama pingit. Kartini memiliki kejelasan tujuan tentang kebutuhan untuk mendukung gadis-gadis Jawa supaya memperoleh pendidikan. Saya berharap saudari dan saudara Indonesia menikmati lagu ini kapan mereka merayakan Hari Kartini, dan saya berharap teman-teman Australia akan menonton video tersebut- dan tarian saya yang mengerikan – dan belajar tentang kehidupan Kartini yang luar biasa.

 

English version:

I’ve been a massive nerd for all things Indonesian ever since I first started learning Bahasa Indonesia in my first year starting Law/International and Global Studies at the University of Sydney. I’m also a long-time musical theatre tragic. When I first heard about the NAILA competition in 2016 and read that there was a Wild Card category, it seemed predestined that I should combine my twin loves. I had recently become obsessed with the hit Broadway musical ‘Hamilton’, by Lin-Manuel Miranda. I loved the way that it was telling the story of one of America’s founding fathers in such a fresh and contemporary way. So I took the opening song of the musical and decided to write a new version about Sukarno and his role in the proclamation of independence in 1945. My lyrics try to parallel the original lyrics, and you can see that there are quite a few similarities between the story of Alexander Hamilton and Bung Karno. I tell the story of his birth, his childhood, his studies under Tjokroaminoto, up till the events of 1945. I tried to imagine what it must have been like to grow up in a colonised homeland, and to see the Dutch exploiting the archipelago for its labour, its spices, and its natural resources. The song ended up winning the Wild Card category and I had the opportunity to perform it at the NAILA Awards Ceremony in front of His Excellency Ambassador Nadjib Riphat Kesoema, his wife Mrs Nino Nadjib Riphat, and Consul-General Ibu Dewi Savitri Wahab.

The video was quite popular on YouTube so in April I decided I would create another video, this time in honour of Kartini. I timed it for release on Kartini Day on 21 April. This time I borrowed the tune from Iggy Azalea and Jennifer Hudson’s ‘Trouble’ and the rapping was much faster. It was tricky to write, and even harder to perform, but it was so rewarding to be able to share the story of this pioneering young woman. I admired the way she persevered through the difficulties in her life, and stayed focused on trying to improve her education and help others even when her father forbade her from continuing formal education during pingit. She had such a clarity of purpose about the need to support Javanese girls in obtaining education. I hope that my Indonesian sisters and brothers will enjoy this song when they celebrate Kartini Day, and I hope that my Australian friends will watch the video- and my awful dancing- and learn about Kartini’s extraordinary life.

Menu
%d bloggers like this: